Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan

KAJIAN PENGGUNAAN MEJA GERGAJI TAMBAHAN UNTUK MEMANFAATKAN LIMBAH TEBANGAN MENGGUNAKAN MESIN EXP0-2000

Endom, Wesman (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2009

Abstract

Hingga saat ini limbah tebangan hasil dari tebang penjarangan maupun tebangan habis jenis kayu tusam, utamanya pada bagian bawah batang yang disadap getahnya yang disebut brongkol, masih tetap melimpah.   Rendahnya pemanfaatan terjadi karena berbagai sebab, antara lain harga jual tidak seimbang dengan biaya  pemungutannya. Untuk meningkatkan nilai tambah telah diuji coba pengoperasian meja penggergajian yang digerakkan dengan mesin Expo-2000. Dengan alat ini, limbah tersebut dapat dibuat menjadi berbagai produk seperti kaso, papan,  reng, dan bahkan balok, tergantung ukuran  bahan Selama  kegiatan uji coba diketahui  bahwa  diameter  limbah  bervariasi  dari  8 - 38cm, dengan panjang 0,66 - 1,5 m. Rata-rata penggergajian dolok memerlukan waktu 188,7 detik atau sekitar  3 menit untuk sortimen clolok berukuran 1,3 meter clengan diameter 20-30 cm menjadi papan tebal 3 cm. Dengan penggunaan gergaji mesin tersebut hampir 55% lebih dari brongkol yang semula d.ikategorikan sebagai Limbah dapat d.itingkatkan nilainya menjad.i berbagai procluk siap pakai. Hasil analisis biaya memperlihatkan bahwa biaya pemilikan clan biaya  operasi  seluruhnya berjumlah  Rp 35.720/jam, tercliri dari biaya tetap Rp 4.770/jam clan biaya tak tetap Rp 30.590/jam. Dengan kemampuan  mengolah limbah  1,75 m3 /jam, berarti biaya pemilikan clan penggergajian potongan kayu aclalah sebesar Rp 20.411/ m3•  Sela.in itu biaya pengeluaran clan pengolahan kayu aclalah sebesar Rp 36.200/ m3 (d.ibulatkan)-. Apabila tarif procluksi pengeluaran clan pengolahan kayu sebesar Rp 40.000/m  maka nilai NPV clan IRR secara berurutan adalah sebesar Rp 3.887.479  clan 19,59%

Copyrights © 2009