Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies)
Vol. 3 No. 1 (2015)

INOVASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES

Titin Nurhidayati (Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong Jember)



Article Info

Publish Date
07 Feb 2016

Abstract

Bahasa Indonesia:Teori Multiple Intelligences (MI) muncul sebagai bentuk krtitik terhadap teori Intellectual Quotient (IQ) yang membatasi kecerdasan hanya pada kecerdasan Logis-Matematis dan Linguistik saja. Sementara dalam teori MI terdapat Sembilan kecerdasan manusia yakni: (1) Kecerdasan Liguistic, (2) Kecerdasan Logis-Matematic, (3) Kecerdasan Visual-Spasial, (4) Kecerdasan Kinestetik, (5) Kecerdasan Musik, (6) Kecerdasan Interpersonal, (7) Kecerdasan Intrapersonal, (8) Kecerdasan Naturalis, (9) Kecerdasan Eksistensialis. Teori ini menyadari betul bahwa setiap anak yang lahir ke dunia memiliki keunikan tersendiri yang berhak mendapatkan pengakuan dan diapresiasi dalam kehidupan utamannya dalam pendidikan. Sebab pendidikan merupakan wadah bagi siswa untuk membentuk dan mengembangkan potensi untuk dapat menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi dan membawa rahmat bagi seluruh alam ini. Pembelajaran berbasis MI merupakan suatu bentuk inovasi pembelajaran yang dapat menjadi pilihan bagi guru Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Mengimplementasikan pembelajaran berbasis MI berarti menggunakan pendekatan interdisipliner dalam mengembangkan materi pembelajaran, menggunakan multimodel pembelajaran, dan penilaian autentik dalam evaluasi pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mewadahi keberagaman kecerdasan yang dimiliki oleh siswa.English:Multiple Intelligences (MI) emerged as a critical response to Intelligence Quotients (IQ) which limits the definition of intelligence in logical-mathematical and linguistic areas. The MI theory defines nine intelligence of human being such as (1) the linguistic, (2) the logical-mathematical, (3) the visual-spatial, (4) the kinesthetic, (5) the musical, (6) the interpersonal, (7) the intra-personal, (8) the natural, and (9) the existential. This theory recognizes the fact that every child has his/her own uniqueness and deserves appreciation in his/her education. This is important for the reason that education is a mode of developing students’ potentials in purpose of implementing their caliphate roles and bringing God’s mercy in the world. MI-based learning is an alternative in teaching Islamic education as a school subject in Indonesia. Implementing MI-based learning means implementing interdisciplinary approach in developing learning materials, making use multi-model of learning activities, and authentically assessed the learning itself. This purposes to accommodate the diversity of students’ intelligences.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jurnalpai

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) (print-ISSN: 2089-1946 & Electronic-ISSN: 2527-4511) is a peer-reviewed journal published by Islamic Education Teacher Training Program of UIN Sunan Ampel Surabaya. The journal issues academic manuscripts on Islamic Education ...