Indonesia is a country with a majority Muslim population and has an influence on developing culture, including the pattern of consumerism among the Indonesian Muslim community. Based on these conditions, companies that create halal certified products. Starting from products consumed directly or indirectly. Several products other than food and drinks in Indonesia that have halal certification include cosmetic products. This research aims to analyze the representation and construction of advertising for halal cosmetic products on social media, especially Instagram. This research uses a qualitative method with Roland Barthes' semiotic approach to examine the form of signs and signifiers. This research uses the perspective of Network Society theory (Jurgen Habermas) to analyze the forms of norms and lifewords in halal product advertisements. This research is based on media analysis so that the data collection technique is through advertisements obtained from Instagram. The research results show that representation in symbolic form in advertisements for cosmetic products with halal logos can be seen from the use of models, words and scenarios created by producers. The norms used are religious norms because the cosmetic products used by Muslim women are halal products. Meanwhile, lifeworld is the message the producers want to convey.AbstrakIndonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim dan berpengaruh terhadap kultur yang berkembang, termasuk pola konsumerisme di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Berangkat dari kondisi tersebut, perusahaan yang menciptakan produk bersertifikasi halal. Mulai dari produk yang dikonsumsi secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa produk selain makanan dan minuman di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi halal diantaranya produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi dan konstruksi iklan pada produk kosmetik halal di media sosial, teutama Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengkaji bentuk tanda dan penanda. Penelitian ini menggunakan perspektif teori Masyarakat Jejaring (Jurgen Habermas) untuk menganalisis bentuk norma dan lifeword dalam iklan produk halal. Penelitian ini berbasis analisis media sehingga teknik pengumpulan data melalui iklan yang diperoleh dari Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi dalam bentuk simbolik pada iklan produk kosmetik dengan logo halal telihat dari penggunaan model, kata-kata serta skenario yang dibuat oleh produser. Norma yang digunakan adalah norma agama dikarenakan produk kosmetik yang digunakan wanita muslim adalah produk yang halal. Sedangkan lifeworld adalah pesan yang ingin disampaikan oleh produsen.
Copyrights © 2024