Aktivitas domestik sudah lama dilekatkan pada perempuan, hal tersebut bahkan sudah ada jauh sebelum kebanyakan perempuan lahir. Hal itu kemudian menjadi budaya dan adat istiadat. Perempuan selalu dikonotasikan sebagai manusia pekerja domestik (homemaker) yang dinilai tidak dapat berkontribusi secara aktif diluar rumah sehingga perannya tidak lebih dari sekedar aktivitas dalam rumah. Perempuan selalu dikaitkan dengan beberapa kata yaitu sumur, dapur, dan kasur yang hingga kini digugat eksistensinya. Bahkan perempuan dianggap tidak lebih merupakan instrumen kapitalisme. Keterlibatan perempuan bukan merupakan fungsi dari peningkatan kesadaran laki-laki dan perempuan sehingga tidak memiliki arti mendasar bagi peningkatan kesejahteraan perempuan. Sehingga perlu rasanya untuk mengetahui dan menganalisis peran partisipasi perempuan yang terdiri atas motivasi, pengalaman kerja, dan pendidikan terhadap produktivitas kerja baik secara simultan maupun parsial. Adapun lokasi penelitian ini dikelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Dalam penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi, yaitu 70 sampel, karena populasinya kurang dari 100. Jenis pada penelitian ini adalah kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, kuesioner/angket, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan telah diperoleh suatu kesimpulan yaitu variabel bebas partisipasi perempuan yang terdiri dari motivasi (X1), pengalaman kerja (X2), dan pendidikan (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat yaitu produktivitas kerja (Y) baik secara simultan maupun parsial. Kontribusi yang diberikan oleh variabel bebas dalam model regresi berganda adalah sebesar 0,237 atau 23,7% dan sisanya 76,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Copyrights © 2015