Hadirnya media sosial dalam perkembangan teknologi memberikan kemudahan dan dampak bagi para penggunanya. Melalui perubahan pola interaksi dalam era digital, loneliness menjadi salah satu kondisi yang dirasakan oleh penggunanya. Loneliness merupakan sebuah perasaan yang muncul akibat pengalaman pribadi individu akan kehidupan sosialnya. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukan hubungan antara loneliness dengan intensitas penggunaan media sosial. Gratitude merupakan sebuah perasaan bahagia serta cara pandang individu dalam memaknai kehidupannya. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak loneliness pada pengguna, dibutuhkan gratitude. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan gratitude dalam hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan loneliness. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional non-eksperimental dengan mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner online. Penelitian menggunakan tiga alat ukur, yaitu Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial, The Social and Emotional Loneliness Scale for Adults (SELSA-S) Indonesian Version, dan The 30-item Gratitude Scale Indonesian Version. Pengujian asumsi klasik ditemukan bahwa persebaran data pada 427 partisipan tidak normal, sehingga pengujian dilakukan dengan menggunakan metode non-parametrik. Data utama diolah dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil pengujian moderated regression analysis (MRA) menunjukan tidak terdapat peranan signifikan pada variabel gratitude dengan nilai t = 1.928; dan p = 0.055 > 0.05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gratitude tidak memiliki peran moderasi terhadap hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan loneliness.
Copyrights © 2024