Terjadi salah satu fenomena di sekolah X mengenai kontrol diri siswa/i yang buruk. Melihat dari fenomena tersebut, peneliti menemukan latar belakang terkait kondisi keluarga dari siswa/I di sekolah X yang dapat menjadi salah satu pemicu kontrol diri yang buruk. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara fungsi keluarga dengan kontrol diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasi dengan metode sampling non probability sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan cara memberikan kuesioner kepada populasi, tetapi tidak seluruh populasi dapat menjadi sampel penelitian. Partisipan penelitian ini mengambil populasi sebanyak 156 partisipan di sekolah X dengan kriteria siswa/I kelas 10, 11, dan 12, serta berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Alat ukur yang digunakan adalah The Family APGAR: A Proposal for a Family Function Test and Its Use by Physicians dengan 5 butir pernyataan dan alat ukur Brief Self-Control Scale dengan 13 butir pernyataan. Pengujian pada penelitian ini dilakukan teknik uji korelasi Spearman-Rho dengan hasil koefisiensi korelasi sebesar 1.000. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara fungsi keluarga dengan kontrol diri remaja, karena nilai dari korelasi yang didapat > 0.50. Hal ini juga menunjukan bahwa semakin tinggi fungsi keluarga, maka remaja semakin memiliki kontrol diri yang tinggi, begitu juga sebaliknya.
Copyrights © 2024