Antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan suhu tubuh. Obat herbal dapat berasal dari tanaman yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Terdapat sekitar 90.000 jenis tanaman di Indonesia, 9.600 jenis diantaranya berkhasiat obat. Belimbing wuluh mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin, sedangkan bengkuang mengandung senyawa golongan isoflavon, saponin dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efek antipiretik dan konsentrasi dosis belimbing serta bengkuang.Penelitian ini merupakan eksperimental design pre post test control group design. Sampel 40 tikus wistar jantan dibagi 8 kelompok, yaitu K1 : kontrol negatif (Aquades), K2 : kontrol positif (paracetamol 45 mg/kgBB), K3 : ekstrak bengkuang dosis I (50,96 mg/KgBB), K4 : dosis II (101,9 mg/KgBB), K5 : dosis III (203,8 mg/KgBB), K6 : ekstrak belimbing dosis I (875 mg/KgBB) , K7: dosis II (1750 mg/KgBB), K8: dosis III (3500mg/KgBB). Pengamatan 8 kali pengukuran suhu rektal tikus. Uji one way ANOVA didapatkan p<0,0001. Hasil Post Hoc Bonferonni kontrol positif tidak signifikan dengan kelompok 4,5 dan 8. Ekstrak etanol bengkuang dan belimbing berefek sebagai antipiretik, Ekstrak etanol bengkuang dosis 101,9 mg/KgBB , dosis 203,8 mg/KgBB dan etanol belimbing 3500 mg/kgBB, memiliki potensi efek antipiretik yang setara bahkan setara dengan obat standard.
Copyrights © 2023