Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia dengan angka mencapai 1,7 juta pendeirita, yang sebagian besar terjadi di negara berkembang, termasuk negara dengan pendapatan rendah seperti Indonesia. Banyak faktor yeng menyebabkan anak diare, salah satunya adalah perilaku ibu serta lingkungan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadain diare pada anak. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cros sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak balita usia 12-59 bulan yang selama 4 bulan terakhir yang melakukan kunjungan di Puskesmas Bone Rombo sebanyak 105 anak. Sampel sebanyak 105 anak yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji aliditas dan reabilitasnya, untuk kejadian diare diukur menggunakan catatan rekamedik selama 4 bulan terakhir. Data hasil penelitian kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logisitik, dengan bantuan apliasi spss versi 25.0. Hasil penelitian menunjukan variabel pengetahuan (p-value = 0,032), asi eksklusif (p-value = 0,010), kebiasaan mencuci tangan (p-value = 0,001), kebiasaan mencuci botol susu (p-value = 0,014), akses air bersih (p-value = 0,000), kepemilikan jamban (p-value 0,000). Hasil analisis regresi logistik diperoleh nilai ASI Eksklusif (OR = 3,404), kebiasaan mencuci tangan (OR = 5,539), air bersih (OR = 4,696), jamban (OR = 8,289).disimpulkan bahwa penegtahaun, asi eksklusif, mencuci tangan, mencuci botol susu, air bersih, dan jamban berhubungan dengan kejadian diare pada anak, sedangkan variabel yang sangat berpengaruh terhadap kejadian diare anak adalah jamban, mencuci tangan, akses air besih dan asi eksklusif.
Copyrights © 2024