Angkutan umum di wilayah DKI Jakarta bahwasanya sudah beroperasi sejak lama. Tetapi dari segi operasionalnya dirasa masih kurang efektif dikarenakan terdapat adanya masalah yang belum terselesaikan seperti kemacetan dan polusi yang disebabkan oleh banyaknya pengguna yang menggunakan kendaraan pribadi. Hal tersebut karna minimnya minat pengguna terhadap angkutan umum karna fasilitas sarana, prasarana maupun layanan angkutan umum yang masih belum optimal. Untuk itu banyak ragam solusi yang dikembangkan pemerintah untuk menaikkan jumlah minat pengguna angkutan umum. Salah satunya yaitu pengintegrasian tarif angkutan umum di daerah DKI Jakarta. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memahami apakah kebijakan tersebut dapat meningkatkan minat pengguna dalam menggunakan angkutan umum serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kurangnya minat pengguna dalam menggunakan angkutan umum. Responden yang dimiliki sebanyak 20 orang dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Lalu menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis data menggunakan regresi sederhana. Luaran dari penelitian ini menjelaskan bahwasanya kebijakan tarif integrasi masih belum bisa menaikkan minat masyarakat dalam bemobilitas menggunakan transportasi umum. Untuk itu pemerintah perlu memerlukan solusi yang inovatif untuk menambah daya tarik masyarakat agar berpaling menggunakan angkutan pribadi dan memilih untuk menggunakan angkutan umum.
Copyrights © 2024