Penelitian ini berfokus pada solusi energi ramah lingkungan dan ekonomis melalui bio-baterai berbahan alami. Tujuannya adalah menemukan komposisi optimal dari sari belimbing wuluh dan NaCl untuk menghasilkan arus dan tegangan maksimum. Anoda menggunakan lembaran grafit dan katoda lembaran aluminium. Elektrolit padatan dibuat dengan mencampur dan mengaduk sari belimbing wuluh dengan variasi 7 ml, 10 ml, 13 ml, 16 ml, dan 19 ml dengan 10 g onggok. Kemudian, elektrolit ini ditempatkan di antara lembaran grafit dan aluminium untuk mengukur arus dan tegangan. NaCl dengan variasi massa 0,5 g, 1 g, 1,5 g, 2 g, 2,5 g, dan 3 g dilarutkan dalam 13 ml sari belimbing (titik optimal) wuluh menggunakan pengaduk magnetik selama 5 menit, kemudian 10 g onggok singkong ditambahkan secara bertahap dan diaduk hingga terbentuk elektrolit padat. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa bio-baterai yang hanya menggunakan sari belimbing wuluh sebagai sumber ion menghasilkan arus maksimum 0,84 mA dan tegangan maksimum 0,544 V, dengan volume optimal sebesar 13 ml. Sementara itu, baterai dengan kombinasi sari belimbing wuluh dan NaCl menghasilkan arus maksimum 2,17 mA dan tegangan maksimum 0,610 V, dengan massa optimal 3 gram NaCl. Penelitian ini berpotensi besar untuk dikembangkan karena menggunakan metode sederhana serta bahan murah dan ramah lingkungan. Kata kunci : Bio-baterai, sari belimbing wuluh, NaCl, onggok singkong
Copyrights © 2024