. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan dosis terbaik aplikasi pelepah daun salak dalam bentuk kompos maupun biochar pada status karbon serta pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) di tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, dimulai pada bulan Juni 2022 sampai Januari 2023. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial yang terdiri dari 4 ulangan dengan tingkat dosis bahan kompos pelepah daun salak dan biochar pelepah daun salak (20, 40 dan 60 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos dan biochar pelepah daun salak nyata meningkatkan status karbon pada masa inkubasi 20 hari serta pertumbuhan tanaman jagung di tanah Ultisol. Pelepah daun salak dalam bentuk kompos lebih baik dalam meningkatkan bahan organik dan pertumbuhan tanaman jagung, sedangkan pH H2O lebih baik pada pengaplikasian pelepah daun salak dalam bentuk biochar. Aplikasi pelepah daun salak dalam bentuk kompos dan biochar terbaik dalam meningkatkan status karbon serta pertumbuhan tanaman jagung terdapat pada dosis 60 ton/ha.
Copyrights © 2024