Studi kasus ini mengkaji potensi labu madu (Cucurbita moschata) dalam konteks pertanian berkelanjutan. Labu madu kaya akan gizi dan memiliki keunggulan dalam kandungan vitamin A dan E yang sangat baik. Hal ini menjadikan labu madu sebagai sumber gizi yang dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi stunting pada balita. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan pemanfaatan abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai pupuk alami dalam pertanian. Penggunaan limbah PLTU ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Air merupakan komponen penting dalam pertanian, dan air daur ulang dari PLTU digunakan sebagai sumber air irigasi. Ini dapat membantu mengatasi masalah kekeringan yang sering mengganggu pertanian. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha budidaya labu madu tetap layak secara finansial, bahkan dalam skenario yang kurang menguntungkan. Dengan cara ini, penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan global, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Copyrights © 2023