Biokultur
Vol. 12 No. 2 (2023): Indonesia's Society and Culture

Augmented Reality dalam Budaya Kontemporer Perspektif Simulacra dan Hiperreality Jean Baudrillard

Thomas Rosario Babtista (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2024

Abstract

Dewasa ini teknologi Augmented Reality (AR) berkembang pesat. AR mulai digunakan dalam berbagai kehidupan, seperti industri, kesehatan, transportasi dan militer. AR tidak hanya masuk ke dalam kehidupan, melainkan membawa manusia ke kemajuan teknologi. Di sisi lain, AR bisa menjebak manusia hidup dilema realitas. Jean Baudrillard berpandangan bahwa manusia modern hidup dalam simulasi. Bahkan manusia berupaya untuk hidup dalam hipereality yang membuat manusia hidup dalam dunia sesuai dengan imajinasinya. Maka dari itu muncul pertanyaan apakah AR membuat manusia hidup dalam sebuah simulasi atau sudah menjadi hiperrealitas? Bagaimana AR mempengaruhi budaya manusia kontemporer? Untuk menjawab ini, digunakanlah metode studi pustaka. Singkatnya ditemukanlah ada sebuah dilema antara yang riil dan yang maya. Dilema ini membuat hidup manusia menjadi mengambang. Di satu sisi, manusia kurang menerima realitas. Di sisi lain, hidup dalam maya tidak membuat diri menjadi otentik 100%. Yang riil dan maya memiliki kelebihannya masing-masing. Dengan memanfaatkan keduanya secara maksimal, hidup manusia menjadi lebih mudah dan segala permasalahan hidup dapat diselesaikan dengan lebih mudah.   Kata kunci: Augmented Reality; Jean Baudrillard; Simulasi; Realitas

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

BIOKULTUR

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Biokultur receives manuscripts from both original articles which are field-work research and literature review in the field of Anthropology. The scope of the anthropology includes: Social Anthropology Physical Anthropology Political Anthropology Cultural and ...