Proses developing aplikasi webdengan teknik tradisional dilakukan dengan memasang service-service kedalam server host secara langsung, sehingga tidak terikat dalam lingkungan yang terisolasi. Hal ini dapat mengakibatkan konflik dependensi ketika developer diharuskan menambah service dengan versi library yang berbeda dari service yang telah ada sebelumnya. Teknik Virtualisasi berbasis Hypervisor digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, namun besarnya sumber daya server yang dipakai membuatnya kurang ramah skalabilitas. Solusi yang tepat adalah dengan menggunakan teknik Containerisasi seperti Docker. Docker bekerja dengan cara mengikat aplikasi beserta library yang dibutuhkan didalam lingkungan yang terisolasi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun website yang ramah skalabilitas dengan menerapkan Docker Container. Kemudian dilakukan pengujian perbandingan antara Teknik Containerisasi menggunakan Docker dengan teknik Virtualisasi menggunakan Virtual Box. Fitur dari Docker yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Docker Compose, yang akan memudahkan proses konfigurasi dan running service. Hasil pengujian menunjukkan Docker dapat digunakan untuk menghasilkan aplikasi website dengan proses developing yang ramah skalabilitas. Sumber daya server dapat dipakai secara maksimal, yang berakibat pada stabilnya kinerja server. Docker juga mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan kemungkinan konflik dependensi, serta Docker memiliki konfigurasi yang mudah.
Copyrights © 2020