Iri hati berasal dari bahasa inggris envy, iri hati bisa disebut juga dengan dengki. Iri hati atau dengki adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan baik prestasi, kekuasaan atau lainnya mengingini apa yang di miliki oleh orang lain agar menjadi miliknya. Kisah tentang seseorang yang merasakan iri hati kepada sesamanya terdapar juga adalam kisah di dalam Alkitab Perjanjian Baru, yakni: Kisah Para Rasul 5:1-11. Diceritakan tentang Ananias dan Safira yang melakukan penipuan terhadap Petrus dan rasul-rasul yang lain pada Jemaat mula-mula. Ananias dan Safira merupakan salah satu anggota dari Jemaat mula-mula yang saat itu berada di Yerusalem. Mereka merupakan anggota Jemaat yang taat beribadah tetapi juga taat untuk memberikan apa yang dipunyai mereka kepada sesama mereka. Tindakan yang mereka lakukan selalu mendapatkan pujian dari orang-orang pada saat itu sehingga menyebabkan mereka mulai merasa tinggi hati. Perasaan tinggi hati yang dirasakan oleh mereka mengakibatkan mereka merasa tersaingi ketika Barnabas yang juga merupakan keturunan dari suku Lewi turut memberikan persembahan persepuluhan berupa uang kepada para rasul guna untuk menunjang proses pelayanan dalam Jemaat pada saat itu. Dari sinilah muncul iri hati Ananias dan Safira terhadap Barnabas. Oleh karena itulah penelitian ini berpusat pada: Apa yang dimaksud dengan Iri Hati dalam Kisah Para Rasul 5 : 1-11? Apakah Akibat dari Iri Hati? Sedangkan tujuan penelitian adalah: Untuk mendeskripsikan apa arti iri hati menurut Kisah Para Rasul 5:1-11, untuk mengetahui dampak dari iri hati. Adapun jenis penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini ialah library research dengan pendekatan eksegese.
Copyrights © 2024