Periode kehidupan seorang lanjut usia (lansia) mengalami penurunan baik fisik dan sosial. Hal ini menimbulkan permasalahan dan ketergantungan pada kelompok lebih muda. Tulisan ini akan memberikan konsep dan pemikiran terkait isu peningkatan kesejahteraan sosial lansia melalui model pentahelix. Model pentahelix ini dapat sebagai strategi bagi pemangku kepentingan untuk mengkolaborasikan pengetahuan dan keterampilan dalam peningkatan kesejahteraan sosial lansia. Pemangku kepentingan yang dimaksud yaitu akademisi, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), masyarakat, media dan pemerintah. Penelitian ini akan dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan analisa soft ware Nvivo 12 plus. Melalui penelitian ini dapat menghasilkan rekomendasi atas dasar kajian literatur yang telah dilakukan dengan tujuan peningkatan program layanan kesejahteraan sosial lansia lintas pemangku kepentingan.
Copyrights © 2024