Kesejahteraan menjadi salah satu tujuan utama pemerintahan yang perlu ditinjau secara multidimensi. Di Indonesia, program-program pembangunan banyak menyasar Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Daerah terdepan dan terluar merupakan daerah yang berada di garis perbatasan negara dengan banyak ancaman terhadap kesejahteraan. Oleh karena itu, diperlukan analisis klaster sebagai gambaran kesejahteraan di daerah perbatasan, yang diharapkan dapat membantu proses monitoring dan evaluasi program pembangunan. Indikator-indikator kesejahteraan yang digunakan bersumber dari publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat 2021, tabel Badan Pusat Statistik, Buku Saku Hasil Suvei Status Gizi Indonesia 2021, dan tabel FSVA Nasional 2021 di 204 kabupaten/kota di 13 provinsi perbatasan. Penelitian ini membandingkan dua metode analisis klaster, yaitu partitioning dengan K-Means dan hierarki dengan Ward"™s Method berdasarkan kriteria validitas internal dan stabilitas klaster. Hasilnya diperoleh bahwa ukuran sampel 2 memberikan klaster paling yang optimal dan metode K-Means menghasilkan kinerja yang lebih baik. Secara umum, kabupaten/kota yang tergabung ke dalam klaster kedua memiliki indikator kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan klaster pertama.
Copyrights © 2024