Kajian visual menjadi salah satu pendekatan fenomenologi untuk media rekamkhususnya film dan iklan berbasis audio visual. Mise en scene dan semiotika, kedua kajiantersebut sering diterapkan oleh akademisi baik dalam objek sastra, komunikasi, desain,televisi, maupun film. Semua kajian yang ingin menguak makna intrinsik selalumewacanakan pendekatan semiotika visual, sedangkan mise en scene hanya sebatasmenjelaskan kebutuhan teknis atau kebutuhan naratif. Dengan demikian, dilakukan suatutinjauan tentang paradigma kajian visual semiotika dan mise en scene dalam objek filmdan iklan sebab keduanya paling banyak dijumpai dalam artikel ilmiah. Kajian ini dilakukanselayaknya tinjauan pustaka dengan melakukan tinjauan ke beberapa artikel dalam duatahun terakhir mulai dari 2021 hingga 2022 yang bertema kajian semiotika dan mise enscene khususnya film atau iklan Indonesia yang terindeks Sinta 2. Hasil yang ditemukanbahwa layaknya semiotika visual yang mampu mengekstraksi nilai ideologi di dalam‘tanda’ film atau iklan, mise en scene selain teknis pembuatan film, juga berperan dalammengungkapkan maksud yang bersifat kontekstual di dalam karya audio visual, yangmampu merekonstruksi suatu ideologi melalui aspek-aspek teknis visual yang sudahdisepakati. Penelitian ini dapat memberikan model kajian atau paradigma berfikir yangbaru bahwa mise en scene dalam kajian ilmiah juga dapat memahami ideologi tertentuselayaknya makna yang diperoleh semiotika melalui tanda.
Copyrights © 2024