Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang mutu minyak kayu putih di BKPH Tobo KPH padangan Bojonegoro. Metode dasar yang digunakan dalam metode ini adalah metode diskriptif kualitatif. Metode pengambilan data penelitian ini adalah secara purvosiv dengan mewawancari kepala produksi. Metode pengumpulan data penelitian dilakukan dengan mengambil data primer dan sekunder, dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu 1) Analisis Diagram Fishbone digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap kualitas minyak kayu putih di BKPH Tobo KPH Padangan Bojonegoro. 2) Analisis FMEA digunakan untuk nilai RPN yang tertinggi berkaitan dengan permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian di BKPH Tobo KPH Padangan Bojonegoro yaitu 1) faktor-faktor yang mempengaruhi mutu proses produksi minyak kayu putih yang ada di BKPH Tobo KPH Padangan Bojonegoro antara lain a) Man (Tenaga Kerja), yang meliputi kurangnya pengawasan terhadap tenaga kerja, kurangnya kosentrasi, dan kurangnya pengontrolan terhadap suhu dan air. b) Material (Bahan Baku), yang meliputi daun kayu putih yang masih muda. c) Methode (metode), yang meliputi tidak adanya proses sortasi dan tidak adanya proses penyimpanan bahan baku. d) Enviroment (Lingkungan), yang meliputi kondisi tanah yang telalu lembab. Kemudian analisis FMEA untuk mengetahui resiko tertinggi akibat faktor permasalahan yang terjadi dengan cara mengkalikan nilai saverity, ocurence, dan detection yang menghasilkan nilai tertinggi yaitu 576. Nilai tersebut disebabkan oleh faktor bahan baku, meliputi daun yang masih muda dan faktor metode meliputi tidak adanya proses sortasi serta tidak adanya proses penyimpanan bahan baku.
Copyrights © 2021