Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis dampak kenaikan harga kedelai terhadap pendapatan yang diterima produsen tempe dan menganalisis strategi penyesuaian yang dilakukan oleh para produsen tempe untuk mempertahankan usahanya. Penelitian ini dilakukan di desa Bakulan kecamatan Temayang, sampel penelitian ini terdiri dari delapan orang produsen tempe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi pendapatan usaha pengrajin tempe meliputi: Kualitas tempe yang dihasilkan, Penggunaan kedelai berkualitas baik, Harga yang terjangkau oleh masyarakat, Tidak mengandung bahan pengawet kimia berbahaya, dan Pengalaman dalam usaha yang dijalankan dan faktor eksternal yang mempengaruhi pendapatan usaha pengrajin tempe meliputi: Upaya pengemasan tempe yang menarik untuk menarik minat konsumen, Kemajuan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses produksi, Ketersediaan bahan baku yang mudah diperoleh, Kepuasan pelanggan yang membuat mereka tetap setia, Munculnya pesaing dari usaha sejenis, Fluktuasi harga bahan baku utama, terutama kedelai yang tidak stabil, Penurunan harga produk, Pesaing dengan modal yang lebih besar, dan Inovasi strategi dari pesaing.
Copyrights © 2021