Teori identitas sosial, yang dikembangkan dalam kerangka keilmuan sosial-psikologi, membahas mengenai proses kognitif dan pembentukan keyakinan sosial pada hubungan intergrup. Pria suku Jawa memiliki identitas sosialnya tersendiri yang terbentuk melalui sebuah proses identifikasi di masyarakat. Tren media sosial TikTok yang dikenal dengan nama "mas-mas Jawa supremacy" memberikan identitas pada pria suku Jawa sebagai kriteria pasangan ideal karena sifatnya yang, menurut para kreator konten trend tersebut, penyabar dan lemah-lembut. Penelitian dengan paradigma konstruktivis ini menggunakan metode kualitatif analisis teks dengan pendekatan netnografi untuk menangkap fenomena pada perilaku pengguna media sosial dalam berpartisipasi dalam sebuah trend yang menggambarkan pria suku Jawa sebagai kriteria pasangan ideal. Hasil dari penelitian ini mengungkap beberapa sifat yang melekat sebagai identitas sosial pria suku Jawa yang dilihat sebagai kriteria pasangan ideal. Penelitian ini juga memberikan gambaran proses pembentukan identitas yang dapat terjadi melalui sebuah tren media sosial. Tren di media sosial berbasis audio-visual ini dimulai dari satu akun dan kemudian disetujui dan diikuti oleh pengguna media sosial lainnya hingga tren ini dapat tersebar. Hal ini membuktikan bahwa media sosial merupakan perangkat yang kuat dalam pembentukan sebuah identitas atau sebagai alat menanamkan sebuah ideologi tertentu di masyarakat. Studi kuantitatif berupa survey untuk mengungkap pengaruh dari trend ini dapat menjadi riset lanjutan untuk mendukung kekayaan data dari riset ini.
Copyrights © 2024