Kota Semarang, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, menghadapi berbagai tantangan lingkungan, terutama banjir rob yang disebabkan oleh penurunan tanah (land subsidence) dan kenaikan muka air laut. Perubahan iklim global dan aktivitas manusia telah memperburuk kondisi ini, mengancam infrastruktur, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi upaya penanggulangan banjir rob di Kota Semarang, dengan fokus pada kerjasama antara Pemerintah Kota Semarang dan Dutch Water Authority dalam pengembangan sistem Polder Banger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review dengan studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui analisis literatur yang mencakup laporan penelitian terdahulu, jurnal, dan buku referensi yang relevan dengan topik penanggulangan banjir rob. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas dari upaya yang dilakukan, baik dari sisi teknis seperti pembangunan polder, maupun aspek kelembagaan dalam pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbaikan signifikan dalam penanganan genangan banjir rob di beberapa wilayah, Kota Semarang masih belum sepenuhnya memenuhi kriteria sebagai kota tangguh. Masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi rentan, dengan infrastruktur yang belum memadai dan perekonomian yang tergantung pada sektor-sektor yang mudah terdampak oleh bencana. Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, termasuk penguatan kelembagaan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses mitigasi bencana.
Copyrights © 2024