Alelopati merupakan proses yang melibatkan metabolit sekunder yang diproduksi oleh tanaman. Alelopati dapat mempengaruhi pertumbuhan di sekitar tanaman budidaya. Tanaman sorgum bisa menghasilkan alelopati yang dapat digunakan sebagai bioherbisida. Sumber ekstrak dari varietas berbeda memiliki potensi bioherbisida yang juga berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak organ ratun tanaman sorgum yang ditanam di lahan inceptisol terhadap perkecambahan. Penelitian dilakukan di lahan inceptisol Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu dan di laboratorium pada bulan Januari sampai Juni 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal. Perlakuan yang diuji adalah ekstrak air sorgum berumur tujuh minggu yang berasal dari bahan dan varietas berbeda, yaitu kontrol, daun varietas Numbu, batang varietas Numbu, akar varietas Numbu, daun varietas Super 1, batang varietas Super 1, akar varietas Super 1, daun varietas Suri 4, batang varietas Suri 4, dan akar varietas Suri 4. Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah persentase kecambah normal, persentase kecambah abnormal, panjang hipokotil, panjang radikula, bobot segar (hipokotil, radikula, kotiledon, dan kecambah), bobot kering (hipokotil, radikula, kotiledon, dan kecambah). Data amatan dianalisis ragam dan perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ratun mampu menghambat perkecambahan biji sorgum. Ekstrak air berasal dari ratun daun varietas Super 1 menghasilkan kecambah abnormal tertinggi, kecambah normal terendah, panjang plumula dan panjang radikula terendah. Organ daun ratun varietas Super 1 khususnya dan organ ratun varietas Super 1 pada umumnya merupakan bahan alelopati terbaik sebagai bioherbisida.
Copyrights © 2024