Selama ini sektor pariwisata religi Gereja Tua Imanuel Hila, belum dilakukan secara maksimal, Sehingga jumlah wisatawan terus mengalami penurunan. Namun, jika belajar dari sejarah masuknya kekristenan di Maluku, Gereja ini memiliki peranan yang sangat penting. Sejarah inilah yang harus tetap dipertahankan dan diteruskan kepada setiap generasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana strategi pengembangan wisata religi pada Gereja Tua Imanuel Hila dengan cara mengidentifikasi komponen pengembangan pariwisata religi menggunakan metode SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis SWOT menghasilkan 8 alternatif strategi masing-masing 2 alternatif strategi SO, WO, ST dan WT yang berdasarkan penentuan posisi potensi wisata religi berada pada kaudran V yaitu menunjukkan strategi yang diperlukan untuk potensi saat ini adalah Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara). Jenis strategi yang efektif digunakan adalah strategi SO yaitu Meningkatkan kesadaran masyarakat maupun wisatawan untuk menjaga gedung Gereja Tua-Hila dan Melibatkan pemerintah pusat maupun daerah dalam proses pemeliharaan dan pengembangan tempat wisata religi Gereja tua-Hila.
Copyrights © 2024