Abstract: This research aims to sociologically review the Penanian Dolo tradition in the frame of its dynamics, challenges and preservation in Lembang Gandangbatu, . Traditions in society are still maintained today because these traditions provide value to the dimensions of human life. Dynamics, challenges and cultural preservation are the starting points of this research in collaboration with several cultural theories. The author uses qualitative research methods to collect the necessary data. This method includes observation, interviews and documentation. The collected data is then analyzed by grouping the data, presenting the data and finally drawing conclusions based on existing data. The results of the research reveal that there are quite a lot of dynamics and challenges that accompany the preservation of the Dolo farming tradition, such as changes in song lyrics and the lack of seriousness among younger generations in engaging in the Dolo farming tradition. Apart from that, this tradition is not only carried out by people who are Christians but also Catholics and members of other denominations besides the Toraja Church. These other denominations include the KIBAID Church, Pentecostal Church, Indonesian Bethel Church and other charismatic sects. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sosiologis tradisi Penanian Dolo dalam bingkai dinamika, tantangan dan pelestariannya di Lembang Gandangbatu. Tradisi dalam masyarakat masih terpelihara hingga kini karena tradisi tersebut memberi nilai bagi dimensi kehidupan manusia. Dinamika, tantangan dan pelestarian budaya menjadi titik tolak dari penelitian ini dengan kolaborasi beberapa teori kebudayaan. Penulis menggunakan metode peneltian kualitatif untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Metode ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan cara pengelompokan data, penyajian data dan terakhir penarikan kesimpulan berdasarkan data yang sudah ada. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa begitu cukup banyak dinamika dan tantangan yang menyertai pelestarian tradisi penanian dolo seperti peruabahan syair lagu, kurangnya keseriusan generasi muda dalam keterlibatan tradisi Penanian Dolo. Selain itu, tradisi ini tidak hanya dilakukan masyarakat yang memeluk agama Kristen saja namun juga yang beragama Katolik serta yang beranggotakan denominasi lain selain Gereja Toraja. Denominasi lain ini seperti Gereja KIBAID, Pantekosta, Gereja Betel Indonesia dan aliran-aliran karismatik lainnya.
Copyrights © 2024