Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan represetasi kultural dan metafora dalam nyanyian yang berjudul Tolak Bala pada Festival Sekarbanjar, Sumberserut, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan etnografis untuk mengambil, mengolah, dan menganalisis data secara akurat. Sumber data penelitian ini berupa rekaman audio-visual nyanyian Tolak Bala yang diambil langsung pada kegiatan Festival Sekarbanjar yang dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2023. Teori yang digunakan dalam analisis penelitian adalah teori metafora George Lakoff. Hasilpenelitian ini ditemukan representasi kultural dan metafora melalui makna leksikal, gramatikal, dan kultural yang terkandung dalam nyanyian Tolak Bala Festival Sekarbanjar, Sumberserut, Kota Malang. Hasil temuan penelitian ini adalah makna leksikal, makna gramatikal, bentuk metafora dan skema citra, serta makna kultural dalam nyanyian Tolak Bala yang merupakan tembang pepudyan dan donga pepudyan masyarakat Sumberserut agar terhindar dari malapetaka. Masyarakat menjadikan ‘Sang Kyai’ sebagai sarana, media, tempat dan perantara untuk menjembatani doa harapan masyarakat kepada Tuhan/Hyang Widhi.
Copyrights © 2024