Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap keberadaan mikroorganisme lokal (MOL) pada ekoenzim dan mengidentifikasi MOL yang berperan dalam proses fermentasi ekoenzim berbasis limbah buah dan sayur ditinjau dari lama fermentasinya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-eksploratif. Isolasi MOL dilakukan dengan perlakuan lama fementasi (45 hari dan 90 hari). Identifikasi berdasarkan morfologi koloni, morfologi sel, dan sifat fisiologis. Isolat mikroorganisme yang diperoleh diidentifikasi dengan profile matching. Pengaruh lama fermentasi terhadap keberadaan MOL dianalisis menggunakan aplikasi statistik dengan menerapkan uji One-Way Anova dan uji lanjut Tukey HSD dengan taraf signifikansi 5%. Karater fenotipik pada bakteri dianalisis menggunakan program MVSP (Multivariate Statistical Package. Hasil penelitian ini adalah lama fermentasi berpengaruh terhadap keberadaan MOL. Semakin lama waktu fermentasi pada fase awal stasioner menuju fase kematian jumlah mikroorganisme lokal berkurang. Hasil dari identifikasi mikroorganisme lokal adalah ditemukannya 3 genus bakteri yaitu Megasphaera, Lactobacillus, dan Cellulomonas. 3 genus kapang yang ditemukan adalah Aspergillus, Penicillium, dan Mycelia sterilia, serta 1 genus yeast berupa Saccharomyces. Kata kunci: mikroorganisme lokal; ekoenzim; lama fermentasi; identifikasi.
Copyrights © 2024