Pentingnya menjaga keamanan data di era digitalisasi saat ini dapat dihubungkan langsung dengan ancaman yang dihadapi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti hacker. Serangan siber, seperti Man in The Middle (MiTM) dan Distributed Denial of Service (DDoS), menjadi potensi serius yang dapat mencuri informasi serta merusak kinerja server. MiTM, sebagai contoh, merupakan tindakan siber yang bertujuan untuk mencuri data dan memantau aktivitas korban dengan memanfaatkan koneksi internet yang tidak aman. Kantor Prolov, dalam menjalankan operasionalnya, turut menggunakan jaringan internet, namun demikian, hal ini membawa risiko serangan karena berbagi jaringan dengan pengguna internet umum ketika mengakses Virtual Private Server admin. Untuk mengatasi risiko tersebut, diperlukan implementasi Virtual Private Network (VPN) guna memperkuat keamanan data. Sebagai solusi, digunakanlah Zerotier sebagai platform yang terbuka dan terenkripsi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kebijakan keamanan yang jelas dan efektif. Setelah penerapan Zerotier, hasilnya menunjukkan bahwa Zerotier dapat berfungsi sebagai VPN yang bersifat open-source dan memiliki lapisan enkripsi. Penelitian ini berhasil meningkatkan efektivitas keamanan jaringan di Kantor Prolov, terutama karena Zerotier dapat dipantau dan dikontrol oleh administrator, memberikan kemudahan dalam manajemen jaringan.
Copyrights © 2024