Melayu acap kali dihubungkan dengan dataran semenanjung Malaya secara khusus, dan Asia Tenggara secara umum, yang merupakan wilayah penghasil berbagai rempah terbaik sejak masa lalu, dan menjadi pusat perdagangan rempah yang mashur. Hal ini pulalah yang kemudian menjadi motivasi orang orang Eropa datang ke wilayah Melayu dilatar belakangi keberadaan rempah di Nusantara yang menjadi primadona di pasar Eropa. Datangnya orang Eropa ke wilayah Melayu ini dimulai sejak 1511, dengan ditaklukkannya Melaka oleh Portugis. Kedudukan orang orang Eropa di dunia Melayu, diawali dengan berdirinya Perusahaan Perusahaan dagang seperti Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) dari Belanda dan East India Company (EIC) dari Inggris, setelah Perusahaan Perusahaan itu runtuh kemudian skema perdagangan berubah menjadi penjajahan oleh negara negara yang sebelumnya memiliki Perusahaan dagang diwilayah Melayu. Dengan pendudukan tersebut, tujuan kolonial tak terbatas lagi pada perdagangan saja, namun menular kemotivasi lain yang dikenal dengan istilah 3G, Gold, Glory, dan Gospel. Tulisan ini menggunnakan metode penelitian Sejarah, yang akan melihat bagaimana pendudukan kolonial di wilayah Melayu dalam meraih keuntungan ekonomi (Gold), Meluaskan wilayah kekuasaan (Glory), dan juga motif penyebaran agama (Gospel).
Copyrights © 2024