Green History goes beyond depicting the past, urging people to think and act for environmental sustainability. Often, history education neglects the link between human history and the environment. Data collection involved environmental observations, teacher and student interviews, and learning documentation. Findings show significant positive impacts of applying Green History at MAN 1 Malang – Gondanglegi. Students gain deeper insights into the connections between history, humanity, and the environment. Positive feedback from both students and teachers highlights Green History's role in fostering environmentally friendly attitudes and behaviors crucial for conservation. Thus, the research concludes that implementing Green History successfully broadens students' understanding of the historical-environmental relationship. Green History tidak hanya mencatat kejadian masa lalu, tetapi juga mendorong tindakan proaktif untuk menjaga kelestarian lingkungan di masa depan. Sejarah sering kali mengabaikan keterkaitan antara manusia dan lingkungan. Melalui observasi lingkungan sekolah, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi pembelajaran, data dikumpulkan. Observasi langsung memahamkan interaksi siswa dengan materi, sementara wawancara dengan guru memberikan perspektif tentang tantangan dan kesuksesan penerapan Green History. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep ini di MAN 1 Malang–Gondanglegi memberikan dampak positif. Siswa memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara sejarah, manusia, dan lingkungan. Respons positif dari siswa dan guru menegaskan bahwa Green History tidak hanya memberikan pengetahuan sejarah, tetapi juga menciptakan sikap dan perilaku ramah lingkungan yang krusial untuk kelestarian alam. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Green History berhasil meluaskan pemahaman siswa tentang hubungan sejarah dan lingkungan.
Copyrights © 2024