This article examines how nationalism and Islam intersected in Ahmad Hanafiah's struggels by using historical research methods. Newspapers, actor’s biographies from the past, and two publications by Hanafiah served as the historical materials for this study. Hanafiah is an enlightened religious scholar and intellectual. Through the book of Sirr al-Dahr (1936), he was able to address societal problems in Lampung. His use of the concepts from the Book Al-Hujjah (1937) in supported Indonesian independence based on Islamic values. He has been focusing his ideas and efforts on strengthening Indonesian nationalism and the Lampung Muslim community. As an effect of Dutch aggression in Ramadhan 1366 H (July-August 1947), he led Hezbollah troops from Lampung to conquer Baturaja City in the spirit of sabil war (jihad) until he was captured and killed. Hanafiah was successful in combining nationalism and Islam. This study learning that nationalism and religion may coexist peacefully in order to establish a sovereign and independent state. Artikel ini mengkaji tentang bagaimana perjumpaan Islam dan nasionalisme dalam perjuangan Ahmad Hanafiah dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Sumber sejarahnya adalah karya Hanafiah, surat kabar, dan catatan para pelaku sejarah. Hanafiah adalah seorang ulama dan intelektual yang tercerahkan. Melalui buku kitab Sirr al-Dahr (1936), dia mampu mengatasi masalah-masalah kemasyarakatan di Lampung. Dia menggunakan pemikiran dari Kitab Al-Hujjah (1937) untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia berlandaskan nilai-nilai Islam. Ia mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk membangun masyarakat muslim Lampung dan nasionalisme Indonesia. Akibat agresi militer Belanda pada Ramadhan 1366 H (Juli-Agustus 1947), ia memimpin pasukan Hizbullah dari Lampung merebut Kota Baturaja dengan semangat perang sabil (jihad) hingga akhirnya ditangkap dan dibunuh. Hanafiah berhasil mempertemukan spirit Islam dan nasionalisme. Kajian ini menunjukkan bahwa agama dan nasionalisme merupakan kesatuan dalam membangun negara yang merdeka dan berdaulat.
Copyrights © 2024