Proyek konstruksi adalah kegiatan sementara yang dirancang untuk membangun fasilitas fisik dalam waktu singkat dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalkan biaya dan waktu pelaksanaan proyek pembangunan jalan baru dengan lebar 6 m dan saluran 30/40 di JL. Medokan Tambak 16 Kota Surabaya. Dalam proyek pembangunan ini, terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan yang menyebabkan peningkatan biaya proyek secara signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan metode CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) untuk menganalisis serta mengoptimalkan pelaksanaan proyek. Analisis dilakukan dengan tujuan mempercepat waktu penyelesaian proyek. Metode CPM digunakan untuk mengidentifikasi jalur kritis dan aktivitas yang mempengaruhi waktu penyelesaian proyek. Sementara itu, metode PERT digunakan untuk memperkirakan probabilitas proyek selesai tepat waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi proyek menurut CPM adalah 100 hari dengan 11 aktivitas pada jalur kritis, dengan probabilitas proyek selesai dengan metode PERT dalam waktu 64 hari sebesar 90%. Dengan menggunakan strategi Time cost trade off, waktu dan biaya proyek dapat dipercepat. Dengan total biaya sebesar Rp. 805.361.266 pilihan pertama adalah menambah (1) jam lembur, sehingga menghasilkan total biaya ideal sebesar Rp. 265.096.254 dan waktu penyelesaian proyek 78 hari. Opsi ini menghemat waktu 22 hari lebih lama dibandingkan prosedur standar dengan biaya Rp. 540.265.012 lebih sedikit. Dengan masa penyelesaian proyek selama 67 hari, alternatif penambahan waktu lembur 2 dan 3 jam menghasilkan selisih waktu sebesar 33 hari dari waktu dengan penambahan biaya sebesar Rp. 75.007.516.
Copyrights © 2023