Salah satu cara untuk mengukur keberhasilan pembangunan adalah melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi di Pulau Jawa dengan IPM terendah nomor dua. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pemodelan regresi spasial dengan pembobot spasial terbaik dalam menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan pada IPM di Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 yang terdiri dari 29 kabupaten dan 6 kota. Variabel penelitian ini meliputi IPM, tingkat partisipasi angkatan kerja, upah minimum kabupaten/kota, dan jumlah penduduk miskin. Model regresi spasial dalam penelitian ini menggunakan dua pembobot spasial, yaitu pembobot spasial Queen Contiguity dan K-Nearest Neighbor. Penelitian ini menggunakan pemodelan Spatial Autoregressive (SAR), Spatial Error Model (SEM), dan Spatial Autoregressive Moving Average (SARMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi spasial terbaik pada penelitian ini adalah pemodelan SARMA dengan pembobot spasial K-Nearest Neighbor dengan nilai AIC sebesar 168,73. Variabel tingkat partisipasi angkatan kerja, upah minimum kabupaten/kota, dan jumlah penduduk miskin memiliki pengaruh terhadap IPM di Provinsi Jawa Tengah.
Copyrights © 2024