Abstrak : Perkembangan teknologi dan inovasi bahan bangunan terus meningkat, memungkinkan munculnya alternatif beton normal, seperti high density concrete (HDC) menggunakan limbah besi dan fly ash. Inovasi ini bertujuan menciptakan beton dengan kepadatan tinggi yang ramah lingkungan, mengurangi limbah dari masyarakat dan pabrik, serta menjadi alternatif bahan tambah pada agregat halus dan semen. Proses pembuatan HDC melibatkan persiapan material, termasuk pemeriksaan berat isi, analisis saringan agregat, kadar lumpur, kadar air, berat jenis, dan penyerapan agregat kasar serta halus, serta pengolahan limbah besi menjadi serbuk. Metode perancangan campuran beton menggunakan metode DoE (Department of Environment) berdasarkan SNI 03-2834-2000, mencakup penentuan kuat tekan rata-rata, faktor air semen, kadar air bebas, jumlah semen, persentase agregat halus dan kasar, serta komposisi campuran beton segar dan lapangan. Hasil pengujian pada tiga benda uji berbentuk silinder (15/30 cm) dan satu benda uji berbentuk kubus (15 cm × 15 cm × 15 cm) menunjukkan slump sebesar 22 cm. Berat isi beton segar berkisar antara 2508,139 Kg/m³ hingga 2533,962 Kg/m³, sementara berat isi beton kering berkisar antara 2507,547 Kg/m³ hingga 2530,189 Kg/m³. Pengujian berat jenis beton kering menunjukkan nilai 2,5, sedangkan kuat tekan benda uji mencapai 42,80 MPa hingga 46,54 MPa. Inovasi ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah besi dan fly ash dalam HDC dapat menghasilkan beton dengan kepadatan tinggi dan performa mekanik yang baik.
Copyrights © 2023