Akuntansi Keberlanjutan pengembangan cabang keilmuan Akuntansi yang berfokus pada praktik-praktik ekonomi berkelanjutan. Keilmuan Akuntansi tidak hanya berfokus dan beriorientasi kepada profit saja, namun juga mengukur nilai dampak aktivitas sosial dan lingkungan Perusahaan. Akuntansi Keberlanjutan merupakan penggabungan antara keilmuan Akuntansi Sosial dan Akuntansi Lingkungan. Pergeseran bisnis saat ini hampir menyeluruh untuk berorientasi pada keberlanjutan. Pandangan tersebut dipengaruhi sebuah pandangan melalui Teori Tripple Bottom Line. Selain sektor bisnis, seluruh negara secara global saat ini menerapkan konsep Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang terdiri dari 17 Indikator pembangunan. Indonesia sebagai salah satu negara dari Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menjadikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sebagai indikator dalam Pembangunan nasional. Indikator tersebut dijadikan landasan dengan diterbitkannya regulasi Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Melalui artikel ini, harapannya dapat menjadi sebuah eksplorasi paradigma bersama terkait bidang kajian keilmuan Akuntansi Keberlanjutan dan juga praktik-praktik akuntansi keberlanjutan didalam sektor bisnis. Selain itu, melalui artikel ini akan memberikan peluang dan tantangan dalam mempelajari keilmuan akuntansi serta bagaimana keilmuan ini berdampak terhadap kepada para pemangku kepentingan. Peluang dan Tantangan ini menjadi perhatian bersama dan menjadi bagian dari fokus bersama untuk dihadapi. Agar para pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam menerapkan keilmuan Akuntansi Keberlanjutan bersama-sama untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Copyrights © 2023