Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dan menganalisis hubungan antara Debt to Assets Ratio (DAR), Total Asset Turnover (TATO), dan Operating Costs Per Operating Income (BOPO) dengan Return on Assets (ROA) perusahaan FinTech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam tinjauan ini, 47 organisasi FinTech diuji dengan menggunakan strategi pemeriksaan purposif. Berbagai teknik penelitian kambuh digunakan, dan kemudian ditangani dengan menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio hutang ke aset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return on assets perusahaan FinTech. Di sisi lain, total turnover aset menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap return on assets perusahaan FinTech. Namun, hasil penelitian mengenai rasio BOPO tidak berdampak pada ROA perusahaan FinTech.
Copyrights © 2024