Tim Pendamping keluarga (TPK) dibentuk untuk melakukan serangkaian kegiatan pendampungan mulai dari calon pengantin hingga anak usia 59 bulan. Provinsi Lampung merupakan salah satu dari 100 Kota/Kabupaten yang dintervensi untuk program Percepatan Pencegahan Stunting melalui TPK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja tim pendamping keluarga dalam pendampingan keluarga beresiko stunting. Penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Desa Negararatu Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 30 responden, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form. Analisa bivariat yang digunakan yaitu Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi Tim pendamping keluarga sebagian besar dikategorikan sedang, komitmen responden sebagian besar rendah, dan kinerja responden paling banyak dikategorikan optimal. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi terhadap kinerja tim pendamping keluarga dan ada hubungan yang signifikan antara komitmen terhadap kinerja tim pendamping keluarga dalam pendampingan keluarga beresiko stunting. Hasil penelitian ini dapat digunakan agar rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap komponen tugas pokok dan fungsi yang tidak pernah dilakukan
Copyrights © 2024