Hutan bakau (mangrove) memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta mendukung kehidupan sosial-ekonomi masyarakat di sekitar pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekologi hutan bakau di Desa Pandang Lau, Kabupaten Pangkep, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan degradasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif), dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi hutan bakau di Desa Pandang Lau mengalami degradasi signifikan akibat aktivitas manusia, seperti budidaya kepiting, pembukaan lahan untuk empang, serta pembuangan sampah yang tidak tepat. Budidaya kepiting merusak vegetasi bakau, mempercepat erosi pantai, dan menurunkan keanekaragaman hayati. Pembukaan empang mengakibatkan hilangnya sebagian besar lahan hutan bakau, sementara pembuangan sampah mencemari ekosistem bakau dan menghambat pertumbuhan pohon. Penelitian ini menegaskan pentingnya regulasi yang lebih ketat, edukasi masyarakat, serta program rehabilitasi ekosistem bakau. Upaya pelestarian harus mengintegrasikan solusi ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir guna menjaga kelestarian ekosistem bakau dan mendukung kehidupan mereka.
Copyrights © 2024