Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang paling akurat dalam memprediksi kesulitan keuangan pada perusahaan energi yang terdaftar di BEI serta mengetahui penyebab perbedaan hasil tingkat akurasi antara metode prediksi Taffler dan Fulmer untuk memprediksi kesulitan keuangan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan dengan populasi perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI periode 2018 – 2022. Jumlah sampel penelitian ini sejumlah 30 perusahaan, sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data dilakukan dengan aplikasi SPSS versi 25 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan metode Taffler memiliki tingkat akurasi sebesar 91,33% dengan tingkat error 8,67% dan metode Fulmer memiliki tingkat akurasi sebesar 77,34% dengan tingkat error 22,66%. Berdasarkan hal tersebut, metode Taffler merupakan metode yang paling akurat dalam memprediksi financial distress dibandingkan dengan metode Fulmer. Hasil analisis perbedaan antar metode prediksi financial distress menunjukkan perbedaan hasil tingkat akurasi dari metode Taffler dan Fulmer dikarenakan perbedaan jumlah rasio yang digunakan dan peran rasio dari masing-masing metode.
Copyrights © 2024