Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang menyerang parenkim paru-paru dan disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, penderita tuberculosis pada umumnya mengalami batuk berdahak. Sekret yang mengandung bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan terjadinya infeksi droplet yang masuk melewati jalan napas kemudian melekat pada paru-paru sehingga terjadi proses peradangan. Salah satu terapi non farmakologis yang bisa dilakukan untuk menurunkan sesak napas pada pasien tuberkulosis dengan active cycle of breathing technique (ACBT). Tujuan penulisan ini untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada Ny. S yang mengalami dengan tuberkulosis paru di ruang Rosella RSUD Kardinah Tegal. Metode penelitian menggunakan deskriptif melalui studi kasus Hasil penelitian ini adalah terapi pemberian terapi nonfarmakologi berupa terapi ACBT sudah sangat efektif dalam menurunkan frekuensi nafas pasien dengan tuberculosis paru, dari hasil yang didapatkan penulis setelah melakukan terapi ACBT terdapat pengurangan frekuensi nafas menjadi normal dari yang awalnya 32x/menit pada hari kedua menjadi 28x/ menit dan hari ketiga menjadi 22x/ menit.
Copyrights © 2023