Kemoterapi merupakan pengobatan yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Efek samping yang ditimbulkan dari kemoterapi diantaranya mual, muntah, tidak nafsu makan, anemia, rambut rontok, diare,mudah lelah, nyeri otot dan lain-lain. Sedangkan dampak psikologis yang ditimbulkan dari kemoterapi adalah kecemasan. Kecemasan dapat dikurangi dengan teknik farmakologi dan teknik non farmakologi. Teknik non farmakologi yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menggunakan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi SEFT terhadap tingkat kecemasan pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi. Metode penelitian ini menggunakan quasy eksperimental design dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 22 sampel yang diuji statistik menggunakan uji Wilxocon pada kemoterapi seri 1 dan uji paired sampel t test pada kemoterapi seri 2. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi SEFT terhadap penurunan kecemasan pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi dengan hasil uji Wilcoxon pada kemoterapi seri 1 didapatkan p value = 0,000<0,05 dan uji paired sampel t test pada kemoterapi seri 2 didapatkan hasil p value = 0,000<0,05 yang artinya ada pengaruh yang bermakna antara terapi SEFT dengan tingkat kecemasan pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi SEFT terhadap tingkat kecemasan pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi maka diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai tambahan referensi bagi perawat, bidan dan juga para staf rumah sakit khususnya ruang onkologi kebidanan agar dapat menggunakan terapi SEFT ini sebagai salah satu tindakan non farmakologi untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi.
Copyrights © 2024