Di Indonesia dampak dari keluarga yang tidak melakukan PHBS sangatlah banyak yaitu berasal dari perilaku yang tidak sehat dan lingkungan yang tidak sehat. Masalah yang muncul kebiasaan perilaku masyarakat yang menyebabkan beberapa indikator, di Indonesia yang tidak memberikan ASI eksklusif (90,97%). Sedangkan persentasi terendah terdapat Di Provinsi Gorontalo (30,71%), penimbang balita umur 1-5 tahun di Indonesia sangat kurangnya pengetahuan masyarakat untuk melakukan penimbangan balita di suatu tempat (POSYANDU) yaitu 68,37%, perbulan dan persentase yang terendah dapat di provinsi Kalimantan tengah yaitu 32,51%,Provinsi Sulawesi selatan persentasi rumah tangga menurut akses air minum yang layak terendah 18,36%, dan capaian mencuci tangan pakai sabun 58%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas 7 Ulu Palembang Tahun 2021. Desain penelitian kualitatif, responden dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari 1 orang informan kunci (pemegang program PHBS tatanan rumah tangga), 1 orang Ketua RT, dan 4 masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni- Juli tahun 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu-ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan sudah mengatahui dan melakukan pemberian ASI eksklusif. Dan ada beberapa informan yang tidak mengetahui alasan tempat menimbang bayi dan balita, yang berkaitan tidak teratur menimbang balitanya dan kurang patisipasi informan terhadap kegiatan penimbangan di posyandu.Pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas 7 Ulu tentang air bersih dan sehat termasuk baik karena masyarakat sudah menggunakan air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari nya. Di wilayah 7 Ulu sudah memilikan jamban sehat. Berdasarkan hasil penelitian ini maka di sarankan agar masyarakat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya 0-6 bulan serta membawa anaknya ke posyandu tiap bulan, serta memberikan edukasi tentang air bersih yang layak di konsumsi dan pemanfaatan jamban sehat.
Copyrights © 2023