ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi
Vol 7, No 1 (2023): November

Memulihkan Keakraban Manusia dan Alam Melalui Ritual Purifikasi Motayok di Desa Bilalang Bolaang Mongondow

Rivo Ronaldo Ingkiriwang (Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711 Indonesia)
Tony Tampake (Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711 Indonesia)
Rama Tulus Pilakoannu (Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711 Indonesia)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2023

Abstract

Tulisan ini membahas tentang ritual purifikasi Motayok yang sudah jarang dilakukan oleh masyarakat Mongondow dikarenakan ada misintrepretasi dengan hukum Syariah. Satu-satunya Desa yang intens melaksanakan ritual purifikasi Motayok yakni di Desa Bilalang. Ritual purifikasi Motayok adalah pengobatan alternatif dengan meminta bantuan roh leluhur untuk mengobati orang sakit. Meminta bantuan roh leluhur dalam ritual purifikasi Motayok menggunakan sebuah tarian disebut tari Tayok. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara serta kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ritual purifikasi Motayok pada masyarakat Desa Bilalang menjadi jalan alternatif mereka dalam melakukan sebuah pengobatan. Tetapi, pengobatan dilakukan dengan meminta bantuan roh leluhur yang dipercaya memiliki kekuatan melampui manusia. Selain itu, roh leluhur dipercaya telah menjaga alam, sehingga roh leluhur sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Desa Bilalang. Ketika ada misintrepretasi dengan hukum Syariah yang membuat masyarakat Mongondow tidak lagi melakukan ritual purifkasi Motayok secara otomatis relasi mereka dengan roh leluhur juga ikut terputus. Dengan kata lain, ritual purifikasi Motayok tidak hanya sebatas pengobatan alternatif. Melainkan, juga dapat memulihkan keakraban masyarakat Desa Bilalang dengan alam sekitar mereka.Tulisan ini membahas tentang ritual purifikasi Motayok yang sudah jarang dilakukan oleh masyarakat Mongondow dikarenakan ada misintrepretasi dengan hukum Syariah. Satu-satunya Desa yang intens melaksanakan ritual purifikasi Motayok yakni di Desa Bilalang. Ritual purifikasi Motayok adalah pengobatan alternatif dengan meminta bantuan roh leluhur untuk mengobati orang sakit. Meminta bantuan roh leluhur dalam ritual purifikasi Motayok menggunakan sebuah tarian disebut tari Tayok. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara serta kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ritual purifikasi Motayok pada masyarakat Desa Bilalang menjadi jalan alternatif mereka dalam melakukan sebuah pengobatan. Tetapi, pengobatan dilakukan dengan meminta bantuan roh leluhur yang dipercaya memiliki kekuatan melampui manusia. Selain itu, roh leluhur dipercaya telah menjaga alam, sehingga roh leluhur sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Desa Bilalang. Ketika ada misintrepretasi dengan hukum Syariah yang membuat masyarakat Mongondow tidak lagi melakukan ritual purifkasi Motayok secara otomatis relasi mereka dengan roh leluhur juga ikut terputus. Dengan kata lain, ritual purifikasi Motayok tidak hanya sebatas pengobatan alternatif. Melainkan, juga dapat memulihkan keakraban masyarakat Desa Bilalang dengan alam sekitar mereka. 

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

endogami

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Fokus bidang ilmu antropologi. Bentuk-bentuk karya ilmiah yang dapat dimuat adalah original article berupa artikel hasil penelitian review article atau makalah kajian pustaka berupa uraian singkat tentang temuan penelitian yang dianggap penting untuk segera ...