AbstrakGaya potong merupakan salah satu faktor kunci yang wajib diketahui dalam melakukan proses permesinan. Dalam permesinan, gaya potong dapat ditemukan pada saat berlangsungnya proses permesinan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan gaya potong pada proses Milling baja karbon sedang menggunakan metode up cut dan down cut Milling. Penelitian ini menggunakan material uji baja karbon sedang S45C dengan dimensi panjang 130 mm, lebar 60mm, serta ketebalan 15 mm. Pada pelaksanaan proses Milling akan menggunakan mesin CNC Milling Agma A-8 dan pahat HSS coating jenis endmill berdiameter 10 mm dan mempunyai 4 flute dengan variasi kondisi pemotongan: kecepatan potong sebesar 80 m/min, 83 m/min, 86 m/min; sehingga memperoleh putaran spindel sebesar 2548 rpm, 2643 rpm dan 2739 rpm; dan kecepatan pemakanan sebesar 306 mm/min, 318 mm/min, 330 mm/min dengan kedalaman potong sebesar 0,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pemotongan dan metode pemotongan mempengaruhi gaya potong yang dihasilkan. Nilai gaya potong terendah berdasarkan nilai resultan diperoleh pada metode up cut kondisi pemotongan 1 yaitu sebesar 182,65 N, sedangkan nilai tertinggi diperoleh pada metode down cut sebesar 335,64 N. Berdasarkan nilai resultan diperoleh bahwa metode up cut memperoleh nilai lebih baik yaitu 182,65 N, 201,44 N,dan 212,88 dibandingkan metode down cut yang memperoleh nilai 247,29 N, 269,27 N, dan 335,64 N.Keywords: Gaya Potong, Kondisi Pemotongan, Up Cut Milling, Down Cut Milling
Copyrights © 2024