Remaja merupakan proses peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Usia remaja adalah usia-usia waspada, karena pada masa ini remaja mengalami keraguan dalam segala hal yang dihadapi. Memiliki ego yang tinggi merupakan hal yang terjadi pada masa ini. Kejadian bullying merupakan fenomena yang tidak ada habisnya dari waktu ke waktu. Setiap tahun muncul kasus baru perilaku bully yang lebih umum terjadi di lingkungan sekolah. Salah satu faktor penyebabnya karena Self Esteem (Harga Diri) rendah maupun tinggi dimana Self Esteem (Harga Diri) mengacu pada evaluasi diri individu. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan Self Esteem (Harga Diri) dengan risiko bullying pada remaja siswa-siswi di SMP Triguna Depok. Pada penelitian ini peneliti menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 74 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah rosenberg self esteem scale (RSES) dan Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ). Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji univariat jenis kelamin, gambaran Self Esteem (Harga Diri) dan risiko Bullying menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi square. Sebagian besar responden mengalami Self Esteem (harga diri) tinggi yaitu berjumlah 39 orang (52,7%) dan sebagian besar responden mengalami risiko bullying rendah yaitu berjumlah 33 orang (44,6%). Hasil penelitian menggunakan uji statistik chi square diperoleh nilai P-value = 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan Self Esteem (Harga Diri) dengan risiko bullying pada remaja siswa-siswa di SMP Triguna Depok Tahun 2022.
Copyrights © 2024