Pada masa remaja, individu menghadapi tekanan dari berbagai faktor seperti lingkungan dan faktor lainnya yang dapat mempengaruhi persepsi diri dan interaksi sosial mereka. Masa remaja merupakanperiode transisi dari masa anak-anak ke dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, kognitif, dan sosial-emosional. Beberapa remaja tidak mampu mengelola emosinya dengan baik, yang dapat mengarah pada perilaku self-harm, yang merupakan tindakan merusak diri tanpa maksud untuk mengakhiri hidup.Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh kebermaknaan hidup terhadap perilaku self-harmpada remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif kolerasional dengan partisipan sebanyak 90 orang, yang dipilih menggunakan teknik Purvosive sampling dan dilakukan melalui sosial media. Data dianalisis menggunakan uji linearitas, uji normalitas, uji korelasi, serta analisis linear sederhana dengan menggunakan perangkat lunak JASP. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruhnegatif signifikan sebesar 25,4%, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kebermaknaan hidupseseorang, semakin rendah tingkat perilaku self-harm yang mereka tunjukkan. Sebaliknya, semakin rendahtingkat kebermaknaan hidup seseorang maka semakin tinggi juga tingkat perilaku self-harm yang mereka lakukan.
Copyrights © 2024