Pada era industri 5.0 kebutuhan akan perangkat elektronik dan teknologi informasi berkembang sangat pesat. Rekayasa material untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan perkembangan zaman melibatkan penggunaan gelombang elektromagnetik dari frekuensi rendah hingga ultra tinggi. Gelombang elektromagnetik banyak membantu dalam mendukung teknologi informasi, namun efek radiasi gelombang elektromagnetik sangat mengganggu kesehatan manusia, sehingga perlu dikembangkan bahan penyerap gelombang elektromagnetik. Pada penelitian ini dikembangkan material penyerap gelombang elektromagnetik berbasis muatan lokal pasir besi dari wilayah Banten. Barium heksaferit merupakan salah salah satu kandidat terbaik sebagai bahan baku untuk sintesis material penyerap gelombang mikro. Fe2O3 sebagai bahan baku barium heksaferit yang saat ini masih impor dapat digantikan fungsinya melalui penggunaan pasir besi lokal sebagai sumber Fe melalui teknik kopresipitasi menghasilkan FeCl3. Pada penelitian ini dilakukan kombinasi rekayasa melalui substitusi Mg-Al pada Fe untuk meningkatkan unjuk kinerja material anti radar yang lebih maksimal. Prinsip kopresipitasi pada penelitian ini mencampurkan BaCl2, FeCl3, MgCl2 dan AlCl3 dan diendapkan menggunakan NaOH 4M. Sampel hasil kopresipitasi disinter pada temperatur 1050°C selama 2 jam dilanjutkan sonikasi pada variasi 0, 3, dan 6 jam dengan variasi amplitudo 45 dan 55%. Karakterisasi komposisi unsur penyusun menggunakan XRF, dilanjutkan analisis struktur kristal menggunakan XRD. Ukuran partikel dikarakterisasi menggunakan particle size analyser (PSA) dan unjuk kinerja sebagai material anti radar menggunakan vector network analyzer (VNA). Penelitian ini menghasilkan FeCl3 sebagai bahan baku dengan kemurnian 41,65% menggantikan peran Fe2O3 dalam sintesis barium heksaferit. Material anti radar fase tunggal BaFe11,8Mg0,1Al0,1O19 berhasil disintesis dengan ukuran partikel 151 nm menghasilkan reflection loss -23,39 dB pada sonikasi 6 jam dengan amplitudo 55%. Material cerdas anti radar hasil penelitian ini dapat penyerapan gelombang elektromagnetik hingga 99,50% pada frekuensi X-Band 8-12 GHz.
Copyrights © 2024