Setidak-tidaknya ada dua alas an utama mengapa topik “ Joachim Wach tentang Agama” dirasa perlu disampaikan pada saat ini. Pertama, pada jurusanperbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Wach dengan karya utamanya “The Comparative Study of Religions” memperoleh posisi yang cukup baik. Satu orang guru besar Ilmu perbandingan Agama dibantu oleh lima orang asisten, membawa para mahasiswa Doktoral I dan II jurusan tersebut untuk memahami pemikiran-pemikiran Wach tentang agama melalui buku aslinya. Sudah barang tentu, cukup alas an apa sebab Joachim Wach dan bukunya dipilih dalam usaha memberikan perbekalan elementer kepada para calon sarjanaIlmu Perbandingan Agama, khususnya dalam bidang yang oleh Wach sendiri disebut religionswissnschaft (“ thr science of religion”). Sebenarnya disamping tujuaan ibarat pribahasa “Berikan Kail dan jangan berikan Ikan”keada para mahasiswa, melalui buku yang berbahasa inggris tersebut, diharapkan setelah dua tahun membaca, menterjemah, dan memahami isinya, para mahasiswa juga memiiki kemampuan pasip dalam Bahasa inggris.Kabarnya, buku tersebut telah diterjemahkan oleh sebuah team pada Departemen Agama. Kedua, berdasarkan alas an diatas, layak pulalah kiranya jika pendapat-pendapat Wach tentang Agama dikemukakan disini, dengan harapan sekurang-kurangnya diketahui Bersama, hubaya-hubaya dapat dijadikan kerangka teori dalam mempelajari Agama. Tentu saja, cara Joachim Wach mendekati agama bukanlah satu-satunya pendekatan dalam studi agama, dan tidak ada keharusan bagi peneliti agama untuk memegangi pendapat-pendapatnya. Tetapi Wach, sarjana barat yang telah mengabdikan dirinya untuk menciptakan sebuah kerangka teori tentang agama yang dapat dijadikan cara yang adil dan tepat dalam memahami segi-segi agama secara umum, telah memberikan pedoman-pedoman yang cukup berarti bagi peneliti agama.
Copyrights © 1983