Mkalah ini disusun berdasarkan hasil rekaman serangkaian wawancara yang dilakukan penulis beberapa waktu yang lalu dengan beberapa orang pemuka/tokoh yang dipandang mempunyai “simpnaan” pengetahuan tentang tradisi lisan (folklore) dari masyarakat Kabupaten Dompu (karena memang mereka tidak memiliki tradisi tulis). Wawancara difokuskan pada keluarga almarhum Haji Muhammad Ali Kamarudin, Desa Kandai Dua.Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tentu saja disamping tokoh-tokoh masyarakat Dompu yang lain yang sifatnya melengkapi, kalua-kalau ada versinya yang lain. Setelah itu dilakukan analisis dan sistematisasi sesuai materinya, sehingga menghasilkan sebuah makalah dengan judul “ Memikirkan Makna Dompu dalam Rangka Mencari Identitasnya,” (sebuah refleksi hermeneutic) seperti naskah sekarang ini.
Copyrights © 1985