Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah digunakan atau minyak goreng bekas. Setelah minyak goreng digunakan dua sampai tiga kali minyak goreng akan mengalami perubahan warna, aroma, rasa, dan kekentalan sehingga apabila kondisi minyak sudah seperti ini sebaiknya tidak digunakan kembali. Minyak jelantah telah mengalami proses pemanasan, sehingga menyebabkan terjadinya proses oksidasi yang menghasilkan radikal bebas dan senyawa-senyawa peroksida yang jika dikonsumsi dapat menyerang sel-sel yang sehat dan menghasilkan sel-sel yang tidak normal atau sel kanker. Mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak jelantah akan berbahaya bagi kesehatan. Pemakaiannya dapat memicu risiko kanker, obesitas, infeksi bakteri, dan penyakit degeneratif. Sebagian masyarakat masih menggunakan minyak jelantah untuk memasak karena tidak memahami bahayanya bagi kesehatan, atau untuk menghemat karena harga minyak goreng semakin meningkat. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi biodiesel melalui dua tahap proses yaitu proses esterifikasi dan transesterifikasi. Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif pengganti minyak diesel yang diproduksi dari minyak tumbuhan atau lemak hewan dan dapat digunakan menjadi subtitusi minyak solar bagi mesin diesel untuk sektor transportasi maupun industri. Berdasarkan hal tersebut kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Kimia dengan tema “Penyuluhan Bahaya Penggunaan Minyak Jelantah dan Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Biodiesel” dilaksanakan di RT.10 RW.17 Perumahan Villa Pamulang Pondok Benda Pamulang Kota Tangerang Selatan dengan audiens ibu-ibu rumah tangga, karena tugas ibu rumah tangga sehari-hari mengolah bahan pangan dan menggunakan minyak goreng. Kata Kunci : Minyak goreng, Minyak Jelantah, Bahaya, Kesehatan, Biodiesel
Copyrights © 2024